Cara Pecalang di Banten Jaga Perayaan Hari Raya Nyepi

Cara Pecalang di Banten Jaga Perayaan Hari Raya Nyepi

main kartu online : Cara Pecalang di Banten Jaga Perayaan Hari Raya Nyepi,Pecalang atau polisi adat Agama Hindu di Banten menggunakan cara berbeda dalam tugasnya menjaga berlangsungnya perayaan Hari Raya Nyepi.
“Kalau di sini kan ada yang kerja. Kalau bisa baru ikut upacara keagamaan. Kita patokan dari kalender dulu, di kalender ada agenda apa, jadi informasinya dari grup WA (Whatsapp) aja,” kata Ketut Wardono, Ketua Pecalang Merjasari, Rempoa, Tangsel, Banten, di sela pawai ogoh-ogoh di Kota Serang, Se Di Banten ada sekitar 60 orang pecalang yang tersebar dalam beberapa banjar di wilayah ini. Mereka menggunakap aplikasi WA untuk menjalin komunikasi, termasuk dalam rangka pengamanan Hari Raya Nyepi tahun ini.
Cara ini, kata Ketut, karena rumah umat Hindu di Banten terpisah-pisah sehingga pengawasan tak bisa dilakukan seperti di Bali yang homogen. Ini juga dilakukan karena jumlah pecalang yang terbatas.
Ketua Parisade Hindu Dharma (PHDI) Indonesia Provinsi Banten Anak Agung Gede Anom menyatakan, jumlah umat Hindu Bali di Banten saat ini berkisar 10 ribu jiwa.
Meski minoritas, dia berharap mereka terus menjaga perdamaian baik dengan sesama umat manusia maupun dengan alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*